Jumat, 20 Juli 2012

seputarinfoislam.blogspot@gmail.com

JUDO

     awal penemuan teknik judo adalah teknik menjatuhkan lawan tanpa senjata yang sering diperagakan oleh para Pesumo, yang notabene adalah hiburan keluarga aristokrat pada zaman heian (sekitar abad ke 8-12), seiring perkembangan jaman maka kedudukan kaum aristokrat mulai tergantikan oleh kaum militer , demikian pula olahraga yang tadinya hiburan kemudian dimodifikasi oleh kaum militer menjadi olahraga beladiri militer.. teknik menjatuhkan lawan ini kemudian dinamakan jujutsu.
Pada era edo (sekitar abad ke 17-19) dimana keadaan dalam negri jepang relatif aman, jujutsu kemudian dikembangkan menjadi beladiri untuk melatih tubuh bagi masyarakat kelas satria (samurai), pada era ini kemudian banyak bermunculan gaya2 jujutsu yang berbeda seperti takenouchi, Susumihozan, Araki, Sekiguchi, Kito dan Tenjinshi'yo

Kelahiran Judo

Bapak Judo modern "Jigoro Kano" yang merupakan master jujutsu dari aliran tenjinshiyo dan Kito pada tahun 1882 bersama 9 murid mendirikan sebuah dojo di sebuah kuil di daerah Tokyo dan kemudian memberi nama alirannya ini Kodokan Judo.
Terjemahan kasar dari kata judo adalah cara yang lembut. Kata "cara" atau "jalan" yang dimaksud disini memiliki konotasi secara etika dan filosofis.. filosofis judo kodokan adalah "Seiryoku Zen'yo" (pengguna energi secara efisien) dan Jita Kyoei (pengabdian bagi diri sendiri dan sesama).
Walaupun arti harfiahnya adalah jalan lembut tetapi sebenarnya judo merupakan kombinasi dari teknik2 keras dan lembut.

Perbedaan judo dan jujutsu
Judo dan jujutsu sebenernya sangat erat hubungannya... perbedaan yang memisahkan kedua beladiri ini terletak pada teknik latihan dan teknik dasar .
Teknik latihan jujutsu lebih memusatkan pada cara cara (kata) tertentu dan cenderung sangat formal, sedangkan judo lebih menekankan pada latihan bebas teknik tertentu dalam perkelahian bebas (randori) , dan oleh sebab itu pelatihan judo bisa dikatakan lebih dinamis apabila dibandingkan dengan teknik latihan sodara tuanya.
Perbedaan kedua adalah teknik dasar , jujutsu yang notabene dulunya adalah beladiri kaum ksatria yang digunakan dalam pertempuran selain melempar dan menahan juga mengajarkan penggunanya serangan frontal seperti pukulan ,tendangan dan bahkan penggunaan senjata pendek, sedangkan Judo sebagai beladi diri yang menekankan pada kata "olahraga" berusaha menghindari penggunaan serangan2 frontal seperti pukulan dan tendangan yang berbahaya dan lebih menitikberatkan teknik pada bantingan yang terorganisir dan teknik bertahan.
Perbedaan dasar dari kedua aliran ini adalah kata '-do' berarti 'jalan' dan kata '-jutsu' yang artinya 'jurus' atau 'ilmu'.
Pada umumnya bela diri berakhiran '-do' biasanya lebih banyak peraturan yang tidak memungkinkan seseorang untuk terluka akibat serangan yang fatal, namun tidak demikian halnya dengan bela diri yang berakhiran dengan kata '-jutsu', misalnya di dalam kendo, hanya bagian tangan, perut, kaki, dan bagian bawah dagu yang boleh diserang, sedangkan kenjutsu membolehkan serangan ke semua bagian tubuh.
Secara umum, budo ('bu-' artinya prajurit) adalah pengembangan dari bujutsu yang telah disesuaikan dengan zaman sekarang (untuk olahraga, bukan berkelahi). Beberapa contoh bujutsu yang dikembangkan menjadi budo:
Jujutsu -> Judo
Kenjutsu -> Kendo
Aiki-Jujutsu -> Aikido
Kempo jutsu -> Kempo Do
Karate jutsu -> Karate Do
Battoujutsu/Iaijutsu -> Battoudo/Iaido

Teknik Judo

Teknik bantingan judo (nage waza) dapat dibagi menjadi teknik berdiri (tachi waza) dan teknik menjatuhkan diri (sutemi waza). Teknik berdiri dibagi lagi menjadi teknik tangan (te waza), teknik pangkal paha (koshi waza), dan teknik kaki (ashi waza). Teknik menjatuhkan diri dibagi lagi menjadi teknik menjatuhkan diri ke belakang (ma sutemi waza) dan teknik menjatuhkan diri ke samping (yoko sutemi waza)
Teknik kuncian judo (katame waza) dapat dibagi menjadi teknik menahan (osae waza atau osaekomi waza), teknik jepit (shime waza), dan teknik sambungan (kansetsu waza)
Teknik menyerang (atemi waza) dengan tendangan atau pukulan bahkan dengan senjata pisau atau pedang kadang digunakan untuk latihan bagi judoka tingkatan tinggi, walaupun dalam pertandingan resmi hal tersebut dilarang (demikian pula pada saat latihan bebas (randori)
Teknik bantingan (teknik berdiri)
  • Sapuan lutut - hiza guruma
  • Jegal dari belakang - o soto gari- Jegal dari depan - 'ko uchi gari
  • Sapuan samping - deashi barai
  • Bantingan paha - uchi mata
  • Bantingan pangkal paha memutar - o goshi
  • Bantingan pangkal paha angkat - surikomi goshi
  • Bantingan pangkal paha sapuan - harai goshi
  • Lemparan bahu - seoi nage
  • Menjatuhkan tubuh - tai otoshi
  • Lemparan guling belakang - tomoe nage
Teknik kuncian (teknik berbaring)
Teknik kuncian (katame waza) disebut juga teknik berbaring (ne waza) karena teknik ini dilakukan ketika seorang judoka atau lawannya berbaring menghadap ke atas atau ke bawah.
  • Kuncian pinggang - kesa gatame
  • Kuncian bahu - kata gatame
  • Kuncian empat sisi - yoko shiho gatame
  • Kuncian empat sisi atas - kami shiho gatame
  • Kuncian belakang - kataha jime
  • Kuncian kalung - okuri eri jime
  • Kuncian tangan - ude garami
  • Kuncian tangan silang - ude hishigi juji gatame
sumber : wikipedia